Tampilkan postingan dengan label HARIAN-KU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HARIAN-KU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Oktober 2014

Yang Muda, Yang Berwirausha Sosial


Kemarin, 28 Oktober 2014 saya bersama teman-teman dari perguruan tinggi se-Indonesia melangsungkan ‪#‎1DayWorkshop‬ dengan tema "Youth Social Entrepreneurship" di Universitas Al-Azhar indonesia.
Pengalaman seru ini menjadi sangat berharga ketika workshop diisi oleh lembaga yang berkompeten dari British Council Indonesia, The Body Shop Indonesia, Dompet Dhuafa, Ashoka Indonesia, dan NET TV.
Di sana peserta dibentuk bagaimana agar mereka dapat menjadi change maker social. Melakukan perubahan dari hal-hal kecil bukan malah menuntut perubahan tanpa ada tindakan nyata. Usaha yang dilakukan haruslah mengedepankan aspek sosial dan membantu pemecahan masalah sosial yg ada di masyarakat dengan aksi nyata.
Terakhir, NET TV memperkenalkan era digital sekarang di mana setiap kita ada journalist, setidaknya citizen journalist. Lihatlah bagaimana Cut Putri merekam bagaimana ganasnya tsunami Aceh 2004 yang kemudian diupload dan menjadi video pertama Tsunami Aceh. Bahkan, CNN menggunakan video tersebut dan mewartakannya ke seluruh dunia. Maka capture dan rekamlah segala hal-hal unik dan memiliki nilai berita yang baik untuk berbagi ke seluruh Indonesia.
Terima kasih untuk pengalaman berharga ini, terima kasih untuk @LenteraID_ atas acara yang sangat bagus dan menginspirasi ini.
Ini caraku rayakan sumpah pemuda, bagaimana denganmu?‪#‎SumpahPemuda‬

Senin, 09 Juni 2014

Menggantung Tak Jelas


Setelah sekian lama tak menulis di blog, Al-hamdulillah aku punya waktu luang mengoreskan tintaku di blog tercinta. Tulisan kali ini bercerita tentang perasaan hatiku dan idealismeku. Tentang pertentangan antara komitmen dan rasa kagum.

Ada kegalauan, ada kegundahan, ada kerisauan yang terpercik di lubuk hatiku terdalam. Aku heran, aku bingung, dan aku bertanya-tanya kenapa hal yang dulunya telah usang ini muncul kembali, kenapa hal yang di simpan jauh di dalam perlahan naik ke atas. Entah bagaimana lagi menjelaskannya, aku sendiri bingung.

 Jujur aku akui, diriku mengagumi seseorang wanita yang lebih junior dibandingkan diriku. Sebut saja namanya qitthun (nama samaran), dirinya berasal dari dearah tempat keluarga ayahku berasal. Sebuah pulau yang terpisah jauh dengan tempat aku dilahirkan dan dibesarkan, Kalimantan. Namun, aku pernah mengunjungi daerah ini, beberapa belas tahun yang lalu saat menjenguk almarhum kakekku yang  terkulai lemah dengan penyakitnya.

Selasa, 29 Januari 2013

MURAH TAK BERARTI JELEK




Langit biru menampakan senyum kebahagiaan didampingi petakan sawah hijau yang membentang luas di kedua sisi jalan. Tidak ada asap kendaraan yang menyesakkan, hanya segelintir motor dan sepeda yang kami ketemui. Sesekali dijumpai beberapa penangkaran ikan dan rumah joglo. Penduduk menyapa kami dengan senyuman hangat bersahaja.

Desa yang damai dan tentram ini, sejatinya memiliki banyak pesona dan peninggalan sejarah yang sayang untuk dilewatkan. Desa ini bernama Canggu, terletak di kecamatan Pare, sekitar satu jam dari pusat kota Kediri. Terdapat dua situs sejarah di sini, yaitu : Candi Surowono dan Goa Surowono. Keduanya erat kaitannya dengan Kerajaan Kediri atau Kerajaan Panjalu yang berdiri pada awal abad ke-10 sampai pertengahan abad ke-12.

Adalah Goa Surowono, sebuah lorong bawah tanah seperti kanal dialiri air jernih yang mengitari sekeliling desa bahkan konon sampai pusat kota Kediri. Untuk menikmati wisata sejarah ini, tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cukup 2.000 rupiah untuk membayar guide dan biaya masuk.

Selasa, 22 Januari 2013

FROM CIPUTAT to PARE ( Part 2)


Ciputat, 20 September 2013


               Siang mulai terik. Di balik bilik kamar aku merasakan setetes panas sang mentari. Cahaya mulai panas, panas tersebut membuat keringat sedikit bercucuran. Cucurannya ibarat hujan yang turun rintik-rintik. Perperangan pertama dan kedua telah usai, kami memenangkan perperangan tersebut. Sesuai perperangan kami harus bersiap-siap mencari kendaraan menuju Stasiun Senen. Jam dinding menunjukan pukul 11.00, kami menjinjing tas yang dipikul dibelakang pundak.

            Perjalanan kami menuju jalan ir.H. Juanda menggunakan kuda hitam. Kuda ini kepemilikan Shirajul Ilmi, kuda berkelamin Honda tersebut bernama Tiger. “Kuda biru”ku tidak kelihatan di pelantaran parkir kontrakan, ia telah aku titipkan kepada sahabat karibku Iqbal Fadli. Hanya “kuda hitam” yang akan mengantarkan kami menuju jalan besar, kuda ini badannya besar dan tangguh, warna hitam membuatnya terlihat gagah di antara banyak kuda-kuda sejenis. Namun sayangnya kuda tersebut, memiliki lampu depan yang besar sebelah, jika diibaratkan ia seperti orang gagah yang memiliki mata besar sebelah, sedangkan mata yang lain kecil.

FROM CIPUTAT to PARE (Part 1)



Ciputat, 20 Januari 2012

Langit mulai menampakkan terang kebahagian, kelamnya malam yang membentang mulai sirna seiring terbitnya sang mentari. Cahaya indah nan-lembut dari ufuk Timur menyapa pagiku. Sinar mentari mengintip kamar, sinarnya masuk melalui celah-celah kecil di jendela. Aku terbangun dari tidur pulasku, kasur biru tipis ini menjadi sahabat setiaku di setiap malam.

            Aku mengerak-gerakan kepala ke kanan, ke kiri, sekali, dua kali, sampai rasa pegal di pundakku hilang. Tanganku tak kalah gesit diputar ke sana kemari. Jariku mulai mengucek mata. Sejurus kemudian, mataku menatap setiap pojok ruangan. Tatapanku tertuju pada benda bundar, kecil, berwarna hijau. Benda tersebut laksana hiasan yang memperindah tembok putih polos kontrakan. Tak hanya itu, benda tersebut juga penasehat karibku yang mengajarkan akan pentingnya wakru dan kedisiplinan. Sempat terlintas dipikiran ini, bagaimana jadinya hidup ini tanpa jam dinding dan sejenisnya yang menunjukan waktu. Benda tersebut memberitahukan bahwa waktu menunjukan pukul 05.30, masih ada waktu untuk sholat shubuh, ucapku dalam hati.

Rabu, 16 Januari 2013

DI AWAL JALAN

Senin, 3 September 2012


           Detak jatung terus melantun, dan langkah kaki tetap terpadu mengiringi semangatku tuk menyonsong pagi indah pertama di Kampus FISIP UIN Syarif Hidayatullah. Jariku menari-nari menyiapkan buku-buku baru untuk kuliah, semangat mengebu-gebu seakan hendak tumpah membasahi kamarku. Mentari pagi itu seakan tersenyum melihatku mulai kuliah. Padahal sejatinya aku sudah terlambat dua tahun, tapi bagiku pengalaman lebih penting dari pada semuanya. Aku menjinjing tas hitam baru, hadiah dari ibuku. Tas itu cukup untuk membawa sebuah laptop, teman karibku tuk bergelut dengan ilmu-ilmu baru. Hari ini semuanya serba baru, tas baru,  buku baru, teman baru, kelas baru, dan lain-lain yang masih baru. Sejenak aku menarik nafas dalam-dalam. Berhenti. Akankah aku menemukan dambaan baru? Sulit bagiku untuk menjawabnya sekarang, yang penting bagiku aku bisa belajar dan terus belajar.
            Ada yang spesial pada hari ini, aku genap berulang tahun di umur yang ke-20. Tak terasa umurku sudah mencapai kepala dua, padahal rasanya aku baru lahir di dunia fana ini. 3 September 1992, tanggal yang akan selalu aku kenang seumur hidupku. Kala itu, langit biru masih membentang luas di atas kepala manusia, aku lahir ke bumi bak secarik kertas putih, bersih, suci, dan fitrah. Dua dekade kemudian, aku menyisiri jalanan di kertamukti. Kayuhan langkahku beriringan dengan kayuhan langkah Indra Saputra, senyuman tampak jelas dari raut muka kami. Kami bersemangat memulai kuliah yang kami dambakan.

Rabu, 26 Desember 2012

CURAHAN HATIKU


1)  Php = smacam penyakit yang mngerogoti tubuh lemah ini
2)  me-Php-kn orang lain memang asyik, tapi yang di-Php-kn rasanya sakit banget...
3)  manis di bibir pahit di sikapmu... Dari pada luka ini tambah bsar lebih baik aku menjauh darimu..
4)  Pemandangan indah dan seputung rokok ini akan mncoba menghapus wajahmu...
5)  Malam mulai larut, kepenanatan hari ini mulai terkikis, awan tak lagi terang dan semua ini sama seperti    perhatianku padamu yang mulai pupus
6)  Datangnya dirimu bagai hantu, kau datang tiba-tiba lalu pergi disaat aku masih ketakutan untuk mengkasihimu...
7)  Sebenarnya aku ingin mengabadikan wajah indahmu dengan kameraku, namun, aku yakin terlalu berat bagiku untuk melakukannya
8)  Mungkin aku harus mengepakkan sayapku untuk terbang meninggalkanmu, namun aku rasa itu sangat sulit bagiku...
9)  Setelah semua perlakuanmu dan sikapmu, aku harus banyak belajar bahwa aku jauh dari sempurna
10)Aku hanyalah seorang fakir cinta yg mengharapkan setitik perhatianmu, namun engkau tak sadar akan hal itu
11)Baiklah kalau begitu, aku harus menghapus bayanganmu dan membiarkannya luntur oleh hujan dan kering oleh sinar matahari, than I Say #GoodBye

Sabtu, 01 Desember 2012

DUA MERAH YANG MERANA




sumber foto : viva.bola.com

Aku menyongsong hari ini dengan semangat, semangatku mengebu-gebu seakan hendak tumpah dan jatuh membasahi pakaianku. Pagi hari yang indah ditemani kopi nan-sedap, sambil menyerut kopi hitam aku “menekan” tombol remote mencari channel televisi yang kucari. Ku pandangi kotak hitam ini, ia terlihat anggun dengan penampilannya dan kerampingannya ditambah lagi kotak berukuran 21 inchi menjadi “teman setia” anak kontrakan. Ia selalu menjadi pelipur lara di saat duka dan kegalauan melanda kamar, menjadi pemecah kesunyian malam, menjadi pusat informasi, dan seabrek manfaat lainnya.

Sebuah rencana terlahir dari benak-ku, aku ingin bertemu teman masa kecilku di Depok. Teman aku menjalani masa anak-anak, teman sekolah dasarku, teman seperjuangan di tanah rantau, dan teman se-almameter-ku. Aku pun beranjak mencari gadget  kecilku, handphone SAMSUNG touch screen, lalu aku pun menulis sebuah pesan :

Jumat, 02 November 2012

AKSIKU



Sang raja siang telah duduk setengah kokoh di singgasananya, ia mulai menyinari sinar ultra violet ke seluruh pelosok dunia. Sinarnya menembus kaca-kaca tipis di kelas berbentuk 4 meter X 12 meter. Langit terlihat cerah dengan warna biru ditemani awan berbentuk benua-benua  asing tempatku berkelana kelak. Kelas ini sesak oleh bangku dan mahasiswa, hanya terdapat sedikit ruang lapang di belakangnya. Cat putih menghiasi tembok kelas. Tembok berbahan asbes yang ampuh untuk meredam kerasnya suara di kelas. Suara dosen pagi ini menusuk sebuah semangat ke sanubariku. Beliau berucap “Apabila ada diantara kalian yang menulis artikel atau apapun di salah satu media, maka saya akan memberi nilai A baginya dan kelonggaran untuk masuk kelas atau tidak.” Sebuah harapan yang ingin kurealisasikan suatu saat nanti. Pagi ini Bu Rahmi memberi kami tugas yang banyak summary, review, dan critical review. Semua tugas tersebut dikumpulkan dua minggu kemudian.

Hari kamis adalah hari kuliah teringan bagi kelas kami, hanya satu pelajaran dalam sehari. Siang ini aku memiliki sebuah acara, aksi di pengadilan negeri Tangerang untuk menyuarakan keadilan atas kasus yang menimpa kakak kami Izzun (Almh). Sesuai pelajaran, aku kembali ke kontrakan untuk mengambil almameter biruku. Almameter yang kubanggakan, yang kuperjuangkan untuk mendapatkannya, meskipun tidak seperti yang kuharapkan, tapi aku bersyukur dengan kampusku sekarang Alhamdulillah Tuhan masih memberiku kesempatan kuliah. Semoga Tuhan memberikan kesempatan yang sama kepada teman-temanku.

Selasa, 30 Oktober 2012

KARAKTER PEMUDA



Ada yang paling istimewa di antara yang istimewa dan ada yang terbaik di antara yang baik-baik. Dalam suatu hal pasti ada sesuatu yang lebih, yang terlihat beda dengan ciri khasnya menjadikan hal ini wah. Begitu juga dalam seminggu pasti ada hari yang kutunggu, hari yang selalu kunantikan kedatangannya, hari di mana tiada beban di pundakku, ibarat seorang pekerja aku telah membawa  karung terakhir. Hari itu adalah hari selasa, hari liburku hari aku bisa melaksanakan hal yang bermanfaat bagiku.

Pagi itu ketika matahari masih tersipu malu menampakan wujudnya. Sang kabutpun masih terlihat di sana-sini . Dinginnya angin kala itu tak tertahankan. Aku terbangun di pagi buta, waktu menuntukan pukul 05.00 dengan sekuat tenaga aku bangit dari tidur pulas. Berjalan aku sempoyongan menuju kamar mandi, keranku hidupkan aku basuhkan air nan dingin itu ke mukaku, Subhanallah sungguh segarnya air ini, betapa indahnya nikmatmu wahai Tuhan semesta alam aku masih Engkau berikan nikmat untuk hidup hari ini Al-hamdulillah. Selesainya berwudhu, aku bersujud di hadapan-Nya beribadah menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim. Allahu Akbar….. aku bertakbir memulai sholat ini.