sumber foto: bem.unair.ac.id
Indonesia telah lama merdeka, enam puluh
tujuh tahun sudah umur Ibu Pertiwi. Namun, dalam praktek selama ini kehidupan
berbangsa dan bernegara terkesan sangat berpusat di Jakarta, kemudian adanya
pembagian sumber daya alam yang tidak merata. Selain itu, terdapat kesenjangan
antara daerah satu dan daerah yang lain. Maka, Indonesia membutuhkan sistem
pemerintahan desentralisasi atau otonomi daerah dan pemekaran daerah.
Otonomi daerah adalah kekuasaan pada suatu wilayah yang
mana wilayah itu mengatur dan mengelola sendiri kepentinganya. Kata kunci dari
desentalisasi adalah wewenang, dengannya pemerintah daerah bisa mengembangkan
dan mengefektifkan otonomi demi kemajuan daerah masing-masing. Dalam
pelaksanaanya, pemerintah pusat tetap mengawasi dan mengontrol daerah otonom
agar tidak keluar dari rambu-rambu empat konsesus kebangsaan. Namun, terkadang
pemerintah daerah belum mampu mengoptimalkan wewenang tersebut karena faktor
dana. Padahal pemerintah sudah memberikan bantuan berbentuk Dana Alokasi Umum
(DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta bantuan lainnya, maka tidak ada alasan
bahwa desentralisasi identik dengan uang. Masalahnya, bagaimana cara
mengefektifkan ekonomi ? Apa saja faktor penentu keberhasilan pemekaran daerah?
Untuk menjalankan otonomi daerah agar berjalan efektif
terdapat beberapa elemen yang saling mendukung dan bersatu. Menurut Irfan
Ridwan Maksum, Guru Besar FISIP UI unsur-unsur tersebut yaitu : pertama, elemen Sentralisasi
berupa pemerintah pusat dan aparaturnya. Kedua, elemen dekonsentrasi
yakni lembaga pemerintah pusat yang terletak di daerah dalam rangka membatu
elemen pusat. Ketiga, elemen semiotonom yaitu lembaga bentukan
pemerintah yang melayani masyarakat, seperti BUMN. Terakhir, elemen
desentralisasi atau pemerintah daerah dengan otonominya. Keempat elemen ini
harus saling mendukung dan teratur dalam pelaksanaannya, agar tercapai
keberhasilan otonomi daerah.
Elemen-elemen di atas memang harus bekerja bersinambungan
dan berbarengan,. selain keempat elemen di atas terdapat
faktor lain. Menurut pandangan saya faktor kepemimpinan daerah dalam
memberdayakan sumber daya alam dan sumber daya manusia sangatlah penting. Hal
ini disebabkan pemimpin adalah orang yang bertanggung jawab bagi majunya daerah
otonom. Maka faktor lain penentu keberhasilan daerah adalah kepemimpinan
berintegritas, dan tegas di daerah. Oleh karena itu, dalam pemilihan Gubernur
dan Bupati tidak boleh asal coblos, sebab partisipasi kita dalam pilkada
menentukan masa depan daerah otonom lima tahun kemudian. Selain itu, pemerintah daerah harus bisa
mengoptimalkan sdm di daerahnya dengan mendirikan sekolah yang layak dan baik.,
agar tercipta generasi unggul tuk kemajuan daerah pada khususnya.






0 komentar:
Posting Komentar